Assalamualaikum w.b.t. Ahlan wa sahlan Welcome to are peaceful

Followers

Search

Wednesday, 26 October 2011

cinta islamik



walaupown kita ta alim ..tapi..pastikan cinta terhadap allah adelah lebih hebat di haty kita dari kita mencintai sseorang yang bername kkasih..,,kerana mereka adelah yang keempat(bukan kawen empat)hehe..p selepas allah,,rasullullah,,kluarga..barulah gilliran mereka untuk dcintai~<3~iluvislam~<3~



Namun hati-hati juga dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sihat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin jika cintanya itu disambut oleh para pencinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi kepada Allah. Itulah para pencinta dunia, harta dan wanita. Dia lupa akan cinta Allah, cinta yang begitu agung, cinta yang murni.
Ramai yang mengaku mencintai Allah, dan sering mengatakan mencintai Rasulullah, namun mustahil semua itu diterima Allah tanpa ada bukti yang diberikan. Contohnya ketika Allah menguji cintanya, dengan memisahkannya daripada apa yang membuat dia lalai dalam mengingat Allah, selalunya manusia sukar menerimanya. Ketika Allah memisahkan seorang gadis daripada kekasih hatinya, selalunya sang gadis itu akan lemah, lesu, sedíh. kecewa dan terbaring sakit. Pada ketika seorang isteri dipanggil menghadap Ilahi, sang suami pun tidak mempunyai semangat untuk meneruskan kehidupan.
Ketika harta yang dimiliki hangus terbakar, ramai yang masuk ke hospital sakit jiwa, semua ini adalah bentuk ujian daripada Allah, kerana Allah ingin melihat seberapa dalam cinta hamba-Nya pada-Nya. Allah menginginkan bukti, namun manusia kadangkala tidak berdaya membuktikannya, justru cintanya pada Allah selalu kecundang ketika Allah menarik sedikit nikmat yang telah diberikan-Nya. Itu semua adalah bentuk cinta palsu. Sedangkan semuanya sudah diatur oleh Allah, rezeki, maut, jodoh, dan setiap tarikan nafas kita, itu semuanya sudah ada suratannya pada Allah, kita hanya harus berusaha untuk merealisasikannya.
Sungguh merugikan apabila manusia hanya diletihkan oleh cinta dunia, mengejar cinta makhluk, memburu harta dengan segala cara, dan tidak mahu membantu orang yang memerlukan pertolongan. Sedangkan nasib di akhirat nanti adalah ditentukan oleh amalannya ketika hidup di dunia, Bersungguh-sungguh mencintai Allah, atau terlena oleh dunia yang fana ini. Hanya orang yang bertakwa sahaja yang mampu membuktikan cintanya yang sejati kepada Allah SWT.

Kata-kata yang tepat untuk itu seperti di bawah:
‘Aku mencintaimu kerana agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu.’ {Imam Nawawi)

No comments:

Post a Comment